Laman

Jumat, 10 Desember 2010

PENGALAMAN BERWIRAUSAHA BUAH-BUAHAN “ DARI BALI MENUJU DUNIA “


oleh : I Made Donny Waspada

Buah-buahan di Bali , selain untuk dikonsumsi juga merupakan kelengkapan dalam tradisi upacara, sehingga kebutuhannya terus meningkat.

TERBIASA MENGHADAPI TANTANGAN
“ Kerja keras, tekun, fokus dan semangat untuk berubah ” merupakan senjata ampuh dalam meraih sebuah impian menjadi kenyataan. 
Pada saat kuliah dahulu, teman-teman sekelas meramalkan bahwa saya tidak akan dapat menyelesaikan studi saya di IPB ( dikarenakan nilai ujian saya 'jelek semua' ).  Tapi karena ada pepatah mengatakan “ Banyak jalan menuju Roma ”, maka dengan kegigihan dan ketabahan hati, serta sikap fighting spirit yang tinggi, mampu meluluhkan hati para dosen dengan cara mengajak kunjungan ke kebun melon saya, disamping kampus IPB, yang akhirnya meloloskan saya menjadi seorang Sarjana S-1 IPB.  Allhamdullillah!

NET WORKING SALAH SATU KUNCI SUKSES MEMBANGUN USAHA
Pertemanan saya semasa SD, SMP, SMA dan juga semasa kuliah di IPB, yang terus menerus saya bina ‘rasa persaudaraannya’ dengan terus menerus menjaga tali silahturahmi, banyak sekali membantu saya didalam mengembangkan usaha yang saya geluti ini. 
Teman itu ‘segalanya’ bagi saya.  Mereka semua memberi semangat yang luar biasa untuk seorang teman yang merintis semuanya dari kebun , kemudian beralih ke  pasar , dan terakhir membuka toko buah sendiri.
Sungguh suatu perjalanan yang amat panjang dan melelahkan.  Kesabaran istri dan anak saya semata wayangpun benar-benar membuat saya memiliki mimpi, mimpi 'harus mencapai sesuatu'.
Bisa dibayangkan.  Belajar Usaha ( menanam Melon ) tahun 1983.  Menikah tahun 1990.  Punya anak semata wayang tahun 1991.  Dari tahun 1983 sampai dengan tahun 2000 usaha ’masih gojang ganjing’  Baru setelah tahun 2000, barulah 'terlihat hasilnya'.
Untung semuanya sabar dan tawakal, bahwa ‘membuat suatu usaha’, khususnya usaha buah-buahan’, tidaklah segampang yang orang bayangkan.

 LAHIRNYA KEBUN MELON DAN SEMANGKA
Kebun Melon mulai dirintis sejak tahun 1983, dengan modal 4 juta rupiah.  Sukses, menghasilkan 8 juta rupiah.  Terus menerus mengembangkan kebun melon di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan terakhir di Lampung. 
Dalam perjalanan waktu 10 tahun  ( 1983 sampai dengan 1993 ) , saya telah memiliki lebih dari 20 lokasi , dengan luasan seluruhnya mencapai 200 Hektaran.  Pada dasarnya , perluasan kebun tersebut ‘mengikuti’ kebutuhan buah Melon saat itu di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali, yang setiap harinya memerlukan buah Melon sekitar 40 ton an , dan setiap  tahunnya terus meningkat.  Dan hampir 40 persen kebutuhan akan buah Melon di keempat kota besar itu berasal dari kebun-kebun kami, sisanya dari kebun banyak orang. 
Di tahun 1985 , sayapun mulai menanam Buah Semangka Tanpa Biji , bermula dari daerah Banyuwangi dan Muntilan.  Kebutuhan akan buah Semangka Tanpa Bji di tahun 1985 saja, untuk ke empat kota tersebut sudah memerlukan 100 ton perharinya, dan pada waktu itu saya ‘bermain’ hanya 20 sampai 25 ton saja per harinya saat itu, bekerjasama dengan  petani setempat hampir mencapai luasan lahan 100 hektaran.

MENJADI PENGUMPUL BUAH MELON DAN SEMANGKA
Tahun 1995 , saya putuskan menjadi pengumpul dan penyalur buah Melon serta Semangka Tanpa Biji di tiga kota saja ( Jakarta dan Bandung dan Bali ),  dengan membeli beberapa Kios Grosir di Pasar Induk Jakarta , di Pasar Induk Caringin Bandung, serta mulai membuka Toko Moena Fresh pertama di Bali tahun 1990.  Kami mulai mengibarkan bendera supplier dan Toko Buah, sejak tahun 1990. 
Supplier buah-buahan menggunakan bendera “PT Moena Putra Nusantara” , sedangkan Toko Buah di Bali dengan menggunakan bendera "UD Moena Fresh"  Saat itu saja tahun 1990 an, karyawan di tiga kota ( Jakarta - Bandung dan Denpasar ) sudah mencapai kira kira 100 orang, dengan jumlah armada pengantar buah-buahan kesemua pelanggan berkisar 25 kendaraan , dari mulai pick up sampai truck.  Selain itupun kami melayani export ke beberapa negara tetangga. 
Pasang-surutpun disini banyak terjadi, tak ubahnya ibarat sebuah kapal induk yang sudah tua dan perlu banyak perombakan disana sini.  Apalagi setelah beberapa hypermart asing mulai merambah usaha buah-buahan di tiga kota tersebut, semua supplier buah, sayur benar-benar ‘disiksa’ oleh persaingan usaha yang terjadi.

TOKO BUAH SEBAGAI UJUNG TOMBAK 
Selepas kris-mon ( tahun 1997 ), strategi perdagangan buah saya rubah total , dimana 30 persen modal yang masih ada diperuntukkan mempertahankan keberadaan PT Moena Putra Nusantara di Jakarta saja sebagai pemasok / penyalur buah-buahan kepara pelanggan yang memang sudah ada selama ini.  Cabang Bandung kami tutup, dan kami pindahan sebagian ke Bali serta ke Jakarta , dimana 70 persen dari modal yang tersisa saat itu saya jadikan / dirikan 5-6 Toko Buah Moena Fresh di Bali pada tahun 1998.  Proses pembukaannyapun secara bertahap, ditempat-tempat yang strategis di Denpasar, Kuta , Sanur , Ubud.  Ternyata keputusan saya ditahun 1998 tersebut, merupakan suatu keputusan yang saya pikir sangat tepat sekali.   Andai saja saya bertahan sebagai penyalur buah-buahan kesemua swalayan, hypermart dan toko-toko buah se Jakarta, Bandung dan Bali, maka keadaannya tidaklah sebaik seperti sekarang ini. 
Sampai saat ini ( tahun 2010 ), “UD Moena Fresh“ Bali sudah memiliki 12 gerai di tempat-tempat strategis di Bali, dengan jumlah staf dan karyawan di Bali saja sudah mencapai 250 orang, dengan putaran omset berkisar 3 - 4 milyar rupiah per bulannya.  Serta saya mentargetkan, cukup membuka minimal 2 toko saja dalam setahunnya, tidak perlu terlalu 'bernafsu'.
Sedangkan ”PT Moena Putra Nusantara Jakarta” bertahan menjadi pemasok swalayan dan hypermart dengan memiliki 30 orang karyawan, dan putaran omset berkisar 500 sampai 750 juta rupiah per bulannya.

MENUJU KEMANDIRIAN FINANSIAL
Toko Buah “Moena Fresh”, adalah Toko Buah Keluarga,  mencari terobosan baru dengan terus membuka toko buah yang menyebar di pulau Bali.  Kunci dari membuka toko buah adalah :
1.       Lokasi, lokasi dan lokasi
2.       Meminimkan biaya investasi ( dengan memakai ‘peralatan bekas’ ).
3.      Melobby calon-calon pemasok buah yang berkualitas.
4.      Kembangkan Kreatifitas , ada istilah : INOVASI atau MATI, jalankan ..
5.      Optimalkan tempat usaha dengan berbagai inovasi ( memperbanyak varian : buah segar, buah potong, juice, asinan, camilan, dll )
6.      Berikan pelayan prima terhadap pelanggan.

Ada yang khusus didalam Toko Buah Moena Fresh ini, yaitu adanya counter Moena Balinese Snack.  Moena Balinese Snack diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dalam menjamu tamu , keluarga yang sedang berlibur , atau rekanan bisnis yang sedang seminar atau rapat kerja di Bali, karena produk panganan khas bali ini disediakan secara lengkap dengan  berbagai merek yang sudah terkenal dan dilengkapi dengan layanan ekspedisi yang cepat dan langsung terima di tempat. 

KEMITRAAN SEBAGAI LANGKAH PENGEMBANG
Penyortiran ( sortasi ) dilakukan guna mendapatkan kualitas prima, walaupun konsekuensinya harus membeli dengan harga yang lebih mahal.  Sehingga disini upaya pembinaan dan kemitraaan produksi perlu dilakukan.

Seperti kita ketahui, didalam suatu usaha, haruslah selalu diingat dimana empat Komponen haruslah TERPUASKAN, yaitu :
1.       Perusahaan puas, dalam arti terus berkembang.
2.       Karyawan puas, dalam arti sejahtera.
3.      Owners puas, dalam arti sesuai bagiannya.
4.      Lingkungan puas, dengan cara kita semua harus perduli kepada lingkungan dimana tempat kita bekerja.  Minimal bersosialisasilah dengan lingkungan, bergotong royong, membantu sepantasnya perusahaan kita dapat membantu.
Walau saat ini hanya sebatas ikut bersama-sama bekerja bakti membersihkan lingkungan dan membantu memberi tong-tong sampah. Program “ Bali ku Bersih ” menjawab kepedulian “ UD Moena Fresh” terhadap lingkungan kerjanya.

PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS SDM
Dimana secara terus menerus, kita semua menggali, belajar, ikut traning yang memang terkait dengan pekerjaannya masing-masing.   Hal ini tidak terbatas dari para karyawan saja , tetapi staf , direksi bahkan pemilik sekalipun masih terus mengikuti training-training yang memang dianggap perlu untuk menciptakan Moena GOOD menjadi Moena GREAT.

PEDULI BUAH LOKAL INDONESIA
Mempromosikan dan menjual buah lokal Indonesia, adalah salah satu bentuk kepedulian Moena Fresh agar buah lokal Indonesia menjadi primadona di negara nya sendiri.  Saat ini Moena Fresh bekerja sama dengan para mitra pemasok berupaya membudayakan mengkonsumsi buah lokal Indonesia diantaranya :
1.       Salak Bali
2.       Salak Gula Pasir
3.      Jambu Klutuk Merah
4.      Manggis
5.      Bekul ( buah asli Bali ) 
6.      Jeruk Bali ( besar )
7.      Ceruring ( seperti Dukuh )
8.      Klampit 

TARGET
Target 2010 : kami harus memiliki 12 toko buah di Bali ( telah terealisir ). 
Target 2015 : kami harus memiliki 20 toko buah di Bali
Target 2015 : kami harus memiliki toko buah di Australia ( Insya Allah. Mohon doanya )

MOTTO KAMI
Senyum , Salam , Sapa , Sopan Santun, Sedekah dan Shalat


10 komentar:

  1. Selamat siang Bapak I Made. Perkenalkan nama saya Sharlly, mahasiswa STP-Bandung. Saya ingin mengunjungi kebun melon yg Bapak bina untuk referensi tugas akhir saya. Jika boleh saya ingin tahu alamat / lokasi kebun yang jelas. Bantuan dari Bapak sangat berarti. Terima kasih.

    BalasHapus
  2. assalamu'alaikum
    usaha anda menginspirasi saya untuk menjadi seorang pengusaha yang tangguh menghadapi tantangan dalam membina suatu usaha. saya ingin berkunjung di kebun bapak dan syukur bisa menjadi mitra bapak.

    BalasHapus
  3. usaha yang sangat bagus dengan memanfaatkan ilmu yang dimiliki, terus tingkatkan usahanya untuk memasok buah yang berkualitas agar dapat membantu para penjual buah produksi bapak untuk mendapat kepuasan konsumen

    BalasHapus
  4. assalamu'alaikum Wr. Wb.
    Nama saya Adun Simanjuntak, bagaimana kalau misal Semangka dan melon yang khusus di Bali saya yang nyuplai. Thx. untuk informasi bisa hubungi ke No.: 082335587714

    BalasHapus
  5. Thanks ya sob udah share , blog ini sangat bermanfaat sekali ..............





    agen tiket murah

    BalasHapus
  6. Thank you ditempat saya masih banyak
    lahan lahan kebun

    BalasHapus
  7. OSA, Pak Made bagaimana caranya menjadi mitra usaha, aya ada lokasi strategis di daerah timur

    BalasHapus
  8. om swastyastu,kami ucapkan semoga sukses terus usaha bapak,kami juga jual beli buah dan berkebun buah sejak 10 th.kami semakin semangat untuk berjuang.

    BalasHapus
  9. Suwangar Bapak e iki rek....
    Jian, TOP BGT pokoknya.....
    Salut....

    BalasHapus
  10. Suwangar Bapak e iki rek....
    Jian, TOP BGT pokoknya.....
    Salut....

    BalasHapus